
Dalam 2 hari ini tidak putus-putusnya wartawan dari berbagai media mengontak saya(Andi S.Boediman) untuk bertanya tentang ecommerce. Semuanya akibat berita tentang penutupan Multiply yang mengejutkan semua yang berkecimpung di industri Internet. Pertanyaan yang paling sering diajukan ke saya adalah “Bagaimana kondisi ecommerce di Indonesia?” dan “Bagaimana pandangan tentang ditutupnya Multiply di Indonesia dan dampaknya terhadap ecommerce di Indonesia?” Saya coba tuangkan opini saya di sini.
Kondisi ecommerce di Indonesia saat ini sangat bagus. Di tahun 2012, pengguna Internet berjumlah lebih dari 60 juta. Dari semua pengguna Internet, sekitar 5% pernah melakukan transaksi barang secara online, artinya ada 3 juta orang Indonesia yang sudah pernah berbelanja online. Angka ini di luar pembeli tiket pesawat, hotel dan konser yang tentunya lebih tinggi lagi. Proyeksi pengguna Internet menjadi 80 juta di tahun 2014 dan adopsi ecommerce mencapai lebih dari 10%, maka akan terjadi lonjakan konsumen online sebesar 8 – 10 juta orang. Angka rata-rata transaksi online saat ini berkisar di 100 – 200 ribu per transaksi. Jika asumsi konsumen online ini melakukan lebih dari satu transaksi per tahun, maka nilai transaksi ecommerce mencapai 1 – 3 Trilyun dengan sangat mudah. Dan adopsi Internet masih akan tumbuh signifikan dalam 5 tahun mendatang seperti halnya adopsi mobile di antara tahun 2000 – 2010.
Dari nilai di atas terlihat bahwa pertumbuhan Internet dan adopsi perilaku belanja online hanya menunggu waktu untuk menjadi sangat besar.
Untuk memahami ini, sebaiknya membaca ulasan model bisnis ecommerce di bagian bawah tulisan ini.
Keputusan untuk menutup Multiply saya lihat berdasarkan pertimbangan strategis dari perspektif investasi dan bukan dari pertumbuhan ecommerce.
Keputusan untuk menutup Multiply agaknya mempertimbangkan bahwa di setiap terjadinya transaksi, mereka melakukan subsidi dan makin banyak transaksi, maka makin tinggi tingkat kerugian yang diderita oleh Multiply. Potensi pendapatan model marketplace dibanding dengan biaya per transaksi masih memerlukan waktu panjang untuk tercapainya arus kas yang positif. Berbeda dengan Tokobagus, di mana makin banyak yang melakukan listing, makin tinggi revenue yang mereka dapatkan karena dengan model media.
Dari kacamata investasi, biaya edukasi pasar melalui marketplace jauh lebih lambat monetisasinya dibanding dengan model media. Secara jangka panjang, baik marketplace dan media sama-sama akan memiliki database merchant yang banyak. Jika merchant sudah mendapatkan benefit transaksi dari ecommerce, maka tidak akan terlambat bagi Tokobagus untuk membuat model marketplace.
Dari sisi industri, penutupan Multiply ini akan memberikan dampak akan banyak SDM berkualitas yang tiba-tiba tersebar ke seluruh ecommerce dan berbagi pengetahuan dan pengalaman menjalankan ecommerce. Kondisi serupa saya alami ketika saya mundur dari Plasa.com dan tim awal yang pernah saya bentuk sekarang menjadi leader di berbagai ecommerce dan perusahaan Internet. Begitu pula ketika Yahoo membubarkan Koprol dan Detik diakuisisi Trans group, industri makin berkembang karena adanya proliferasi talenta yang punya pengetahuan dan pengalaman tinggi.
SDM berkualitas ini kini mendapatkan opsi untuk bekerja di perusahaan lain ataupun membentuk startup baru di bidang ecommerce. Investor tentu lebih percaya kepada mereka yang sudah punya pengalaman menjalakan bisnis serupa.
Oleh karena itu saya sangat optimis bahwa ecommerce akan makin berkembang di Indonesia!

Digital Studio Kelapa Gading membuka kelas baru untuk graphic design,animation 3D,Web Design, Walaupun 1 siswa kami tetap akan bukaan kelas jadi jangan khawatir. Buruan daftar sekarang juga mumpung tempatnya masih kosong. karena ruangannya terbatas maka siapa yang cepat dia yang akan cepat jalan kelasnya duluan. langsung hubungi DS kelapa Gading sekarang juga di 085.5840.0584
Saatnya kalian anak-anak SMP/SMA,mahasiswa,pekerja yang ingin bisa desain grafis,animasi 3D dan web desain bisa ikutan di DS Kelapa Gading. Apalagi kalian adalah mahasiswa DKV/multimedia yang sedang mengerjakan Tugas Akhir dan Bingung mau ngapain dan bagaimana menyelesaikan tugas akhir kamu, buruan aja gabung di DS Kelapa Gading. Kami membuka kelas khusus 1 orang yang bisa menyesuaikan kebutuhan kalian. silahkan konsultasi dulu ke DS Kelapa Gading. DS Kelapa Gading adalah cabang Digital Studio terbaru yang hanya menyediakan kelas reguler dengan diisi satu siswa, karena kami melihat kebutuhan pasar di kelapa gading sangat membutuhkan kami dalam meningkatkan life skill siswa dan juga pekerja yang ingin meningkatkan kemampuannya dibidang Desain,animasi 2D maupun 3D dan juga web desain. selain ini juga kami ada kelas video dan juga multimedia. Digitalstudio saat ini memiliki 5 cabang yang ada di Jakarta dan Surabaya. Kami berharap semua SMP/SMA bisa bekerja sama dengan kami untuk meningkatkan life skill siswa. saat ini Digital Studio Surabaya sudah kerjasama dengan SMP/SMA Petra selama 3thn pelajaran dan di percaya juga di SMA YPPI untuk meningkatkan kemampuan siswa mereka. Mari bergabung bersama kami, kami siap presentasi dan bertemu dengan Anda sekalian di SMP maupun SMA untuk membicarakan life skill siswa SMP dan SMA.